Problematika akad nikah virtual perspektif empat madzhab

Rafli, Mohammad (2021) Problematika akad nikah virtual perspektif empat madzhab. Undergraduate (S1) thesis, Institut Agama Islam Tribakti.

[img] Text
cover.pdf

Download (330kB)
[img] Text
surat pernyataan keaslian.pdf
Restricted to Registered users only

Download (235kB)
[img] Text
lembar persetujuan pembimbing.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)
[img] Text
lembar pengesahan tim penguji.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)
[img] Text
abstrak.pdf

Download (312kB)
[img] Text
daftar isi.pdf

Download (187kB)
[img] Text
BAB I skripsi.pdf

Download (649kB)
[img] Text
BAB II skripsi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (807kB)
[img] Text
BAB III skripsi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (614kB)
[img] Text
BAB IV skripsi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (683kB)
[img] Text
BAB V skripsi.pdf

Download (391kB)
[img] Text
daftar Pustaka.pdf

Download (435kB)

Abstract

Akad nikah merupakan bagian sakral yang terdapat dalam upacara pernikahan, karena dengannya keabsahan nikah dapat tercapai. Dalam kondisi covid-19 banyak terjadi kebijakan-kebijakan baru dalam melakukan aktivitas keseharian. Seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan lain sebagainya. Adanya peraturan di atas tak lain untuk mencegah penyebaran virus covid-19, sehingga harapan untuk melangsungkan pernikahan sebagaimana pada umumnya menjadi terhambat. Namun begitu, ada sebagian masyarakat yang tetap melangsungkan pernikahan walaupum dengan cara virtual. Pesatnya kemajuan teknologi menjadi media dalam pelaksanaan akad nikah ini. Tujuan peneliti untuk mengkaji dan menganalisis keabsahan akad nikah secara virtual perspektif empat madzhab. Metode penelitian ini menggunakan library research (penelitian kepustakaan) dengan melalui pendekatan hukum normatif (hukum islam). Hasil penelitian menunjukan bahwa akad nikah secara virtual dalam perspektif ulama tiga madzhab (Hanafiyah, Malikiyah dan Hambaliyah) dinyatakan sah, karena kewajiban ittihad al majelis dapat terpenuhi, menimbang dalam madzhab ini hanya memandang ittihad al majelis hanya dari unsur akadnya saja. Berbeda dengan golongan madzhab Syafi’iyah yang memandang ittihad al majelis, selain dari unsur akadnya sendiri juga ada unsur bersatunya tempat, mengingat golongan madzhab ini menggunakan prinsip ihtiyath (sikap kehati-hatian) sehingga akad nikah yang dilakukan secara virtual tidak dapat disahkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Mohammad Rafli
Date Deposited: 01 Dec 2022 08:40
Last Modified: 01 Dec 2022 08:40
URI: http://repo.uit-lirboyo.ac.id/id/eprint/71

Actions (login required)

View Item View Item